“Apa maksudnya ini? pulang jam berapa kau semalam?

kenapa ada bekas lipstik di sapu tangan mu? mau mencoba bermain api lagi kau?”

“ini semua salah paham. tak ada yang bermain api !!

sampai kapan kau terus mencurigaiku? aku ini suamimu!! bukan orang lain !!!”

Kembali kudengar pertengkaran antara ayah dan ibu. Seperti biasa aku hanya dapat melihat, terdiam dibalik pintu kamarku dan membiarkan air mataku berlinang sampai semuanya selesai dan ayah memanggilku untuk mengantarku sekolah .

Hari-hari pun kulalui seperti biasanya. Pagi hari bukan duduk diruang makan dengan kehangatan sebuah keluarga.

Tapi hanya cacian yang tiap kali kudengar dari ayah dan ibu .

 

Mungkin untuk anak seusiaku yang masih duduk di bangku SMP ini, terlalu berat dengan masalah keluargaku yang broken home. terlebih saat aku mengetahui sejak satu tahun lalu aku terkena kanker otak stadium akhir .

Teman-teman disekolah tahu aku sebagai anak yang pendiam .

 

Seperti biasa saat bel istirahat, aku hanya duduk ditaman sendirian. Menikmati ketenangan di bawah sejuknya pepohonan .

“heyy, boleh aku duduk disini ??”

Dicka yang tiba-tiba datang menghampiriku duduk disampingku .

menyapaku dan aku hanya menganggukkan kepala .

“gw dicka anak 9.2 ”

sapa dicka padaku untuk yang kedua kalinya sambil mengulurkan tangannya padaku dan tersenyum . . .

“gw nayla kelas 9.1 ”

Sebentar pembicaraan antara kami dan saat itu pun bel berbunyi .

 

***

“yaudah kalau kayak gini terus, dan kalau itu maumu aku akan turuti. Lalu bagaimana dgn nayla. akhir-akhir ini penyakitnya sering kambuh. apa kamu tega ?”

“siapa yang mau pertengkaran ini? ayah yang mulai duluan !!”

“stoooooopppp . . . . ”

Aku pun datang memotong pembicaraan mereka. kulemparkan tas sekolah ku, dan berlari keluar rumah .

tak peduli ibuu yang mengejarku saat itu, dan keadaan diluar hujan deras .

entah apa yang aku pikirkan? tak ku hiraukan tubuhku sendiri yang semakin lemah. tapi terus ku berlari sekencang mungkin entah kemana arah kakiku melangkah. aku hanya ingin mencari ketenangan di tengah derasnya hujan ini .

Entah kemana arah mataku memandang dan sampai akhirnya . . .

bruuuukkkkkkkkkkkkkk . . .

***

“emm dimana aku ini ??”

“tenang sayang. kamu sudah aman. kita sedang dirumah sakit !!”

“ayah, ibu.. kenapa bisa begini? bukannya tadi . . .”

“sssstt sudah kamu tidak usah banyak berfikir, istirahat saja dulu”

Ucap ayah menenangkanku saat aku tersadar dari kecelakaan itu .

“nayla, sorry yaa tadi gw gk sengaja nabrak lo. abis lo lari kenceng bgt. dan .  . .”

“hmm iyaa iyaa gpp dic, ini salah gw koq ”

“ayah ibu.. apakah kalian jadi untuk berpisah ?”

“dari mana kamu tahu soal rencana itu sayang ?”

“aku sempat mendengar pembicaraan kalian tadi sebelum ini semua terjadi. apa kalian tega dengan sisa hidupku ini kalian tinggalkan aku ?”

“tidak sayang. ayah dan ibu tidak akan meninggalkanmu.

kita akan samasama terus. demi kamu… kami sayang kamu nayla :)”

“syukurlah. aku senang mendengarnya. apakah ayah dan ibu mau berjanji padaku tidak akan pernah berpisah dan akan selalu bersama ?”

“iya nak kami janji. ibu sayang kamu :D”

“ayah juga sayang kamu nayla :)”

“nayla juga sayang kalian ayah ibu :)”

 

Itulah kalimat terakhirku, di pelukan ibu dan ayah akupun tertidur. Tertidur untuk selamanya . . .

yaa untuk selama-lamanya . . . .

*maavkan aku ayah ibu. aku yang harus meninggalkan kalian. bukan kalian yang meninggalkan ku :*:*

 

THE END .

Advertisements