Mata ini kembali terbuka

setelah sekian lama

entah berapa lama aku tlah menutupnya .

 

Sendu, muram, berbayang

terlihat terkejut dan sedikit aneh

Pandangan sekeliling berputar

berputar dan terus berputar

menari-nari bak menyambutnya

 

ooh tidak….. apa ituuu???

satu titik hitam terlihat

sesuatu, yaa sesuatuu

tapi apa? apa itu?

 

kelopak mataku menyempit

sedikit demi sedikit, seakan tak kuat

tak kuat memandangnya

dan seakan ingin menutup kembali mata ini

 

itu apa? apa yang aku lihat?

seakan-akan Monster raksasa!!

padahal apa?? apaa??

hanya satu titik cahaya

cahaya hitam yang gelap

sangat gelap, begitu gelap

 

aku teguhkan bola mata ini untuk tetap memandangnya

memperhatikan semua itu

ooh tidaak!! kurasa aku tak mampu!!

lalu bagaimanaaa????

apa yang harus aku lakukan?

akankah aku harus kembali menutup mata ini?

mata yang sudah sekian lama menjenuh, merindu

mengkhayal akan lukisan-lukisan nan indah

 

haruskah aku kembali menutupnya??

TIDAAAK!!! AKU TAK MAUU!!

lalu bagaimanaa ??

bagaimana ini ???

 

akupun terdiam dan tertunduk

mencoba menjauh dari titik gelap itu

tapi kenapa? mengapa??

titik itu terasa semakin dekat, lebih dekat, dan sangat dekat

takuuut!! yaa!! aku taakkuuutt!!

“pergiiiiii!!! pergi dari pandanganku!!!”

seperti manusia tak waras

aku berteriak dalam hatiku

 

ooh Tuhan …

aku tak mau, aku tak ingin

terus berharap dan berdoa

namun apa yang terjadi?? apaa??

titik itu… hitam itu…

tak kunjung menjauh, malah semakin menghampiri

 

terdiam …

kami saling pandang !

titik hitam itu dan kedua bola mataku

saling memperkuat pandangan masing-masing!

“apa mau mu??”

mataku menyiratkan pesan, seakan berkata .

tapi titik itu ??

diam!! hanya diaam!!

begitu menyebalkan ! amat sangat menyebalkan !!

 

benci!! aku benciiii!!!

kenapa titik itu terus memandangku! tak berkedip!

 

lelah… mataku lelaah…

tak sanggup lagi untuk bertempur dengannya .

dan apa?? titik itu?

semakin menantang! apa maunya? tak ada jawabnya!

beberapa lama kutunggu

titik itu mulai bergerak

dan seakan mengucap .

 

aku perhatikan dengan saksama

bersabar menanti kata yang ingin diucapkannya

“Apa mau mu??”

mataku mendesak dan terus mendesaknya untuk berkata.

Lalu ….

“Mau kuuu………… ???” jawabnya.

 

*HENING*

Advertisements