Latest Entries »

Tata Surya Cinta

Pelangi, indahnya warna mu.

Melukiskan indahnya senyuman dia dalam bayangku

 

Mentari pagi, terangnya sinarmu .

Melukiskan semangat dia akan cintanya padaku .

 

Awan, berubah ubah bentukmu .

Bagaikan sikapnya yang tak tentu dan selalu berubah terhadap ku seiring berlalunya waktu .

 

Petir, datangnya engkau mengagetkan dan menakutkan .

Tak seperti dirinya , karna dia datang dengan mengejutkan dan memberikan kebahagiaan .

 

Ohh hujan, derasnya engkau .

Bagaikan air mataku yang mengalir deras melihat dirinya yang telah pergi dan menjauh dariku 😦

 

Angin, wujudmu tak ada, tapi datangnya engkau bisa ku rasakan .

Sama seperti cinta ini, yang tak berwujud tapi bisa ku rasakan .

 

Bulan, bulatnya bentukmu .

Melukiskan gambar wajahnya dalam benakku. View full article »

Saat aku terdiam , melamun sesaat .

Saat itu semua tanya berkata dalam pikiran .

ohh kasih . . .

Masihkah kau mencintaiku ?

Masihkah kau menyayangiku ?

Masihkah kau merindukanku ?

 

Terus terlantun kata” yg membuat ku bimbang .

Tanya-tanya yang membuat ku ragu .

Membuat tubuh ini lemah bagaikan kapas .

 

Ooh kasih . . .

Masihkah ada inginmu untuk memilikiku kembali ?

Masihkah ada hasratmu tuk dapatkan pelukan hangat dari diriku kembali ?

Masihkah kau rindukan belaian lembut pipimu dari tanganku ? View full article »

“Apa maksudnya ini? pulang jam berapa kau semalam?

kenapa ada bekas lipstik di sapu tangan mu? mau mencoba bermain api lagi kau?”

“ini semua salah paham. tak ada yang bermain api !!

sampai kapan kau terus mencurigaiku? aku ini suamimu!! bukan orang lain !!!”

Kembali kudengar pertengkaran antara ayah dan ibu. Seperti biasa aku hanya dapat melihat, terdiam dibalik pintu kamarku dan membiarkan air mataku berlinang sampai semuanya selesai dan ayah memanggilku untuk mengantarku sekolah .

Hari-hari pun kulalui seperti biasanya. Pagi hari bukan duduk diruang makan dengan kehangatan sebuah keluarga.

Tapi hanya cacian yang tiap kali kudengar dari ayah dan ibu .

 

Mungkin untuk anak seusiaku yang masih duduk di bangku SMP ini, terlalu berat dengan masalah keluargaku yang broken home. terlebih saat aku mengetahui sejak satu tahun lalu aku terkena kanker otak stadium akhir .

Teman-teman disekolah tahu aku sebagai anak yang pendiam .

 

Seperti biasa saat bel istirahat, aku hanya duduk ditaman sendirian. Menikmati ketenangan di bawah sejuknya pepohonan .

“heyy, boleh aku duduk disini ??”

Dicka yang tiba-tiba datang menghampiriku duduk disampingku .

menyapaku dan aku hanya menganggukkan kepala . View full article »

Saat kubuka lubuk hatiku kembali

saat itu kurasakan semuanya lagi

rasa yang selalu membuatku merasa bahagia

rasa yang membuatku bagaikan manusia sempurna

 

begitu indah aku miliki

bagai seorang romeo menemukan julietnya

akupun kehilangan kata tuk mengungkapkannya

 

terlebih saat hati ini terluka

bagai dedaunan kering tersapu terbang begitu saja

entah karna apa semuanya ?

mungkin karna aku terlalu mencintainya View full article »

malam ini, terniang dalam anganku akan dirinya

lelaki yg menjadi teladanku

yg merawatku hingga sebesar ini

yg telah pergi dari hidupku

 

dia yg menggendongku saat aku tertidur

lelaki yg menina bobokanku sewaktu kecil

yg mendidik aku dengan keras

lelaki yg menghukum aku saat aku berbuat salah

dya yg membentak aku ketika bodoh mengerjakan tugas skolah

 

seseorang yg menemani tidurku dimalam yg dingin

lelaki yg menyelimuti aku ketika hujan

dya yg mengusap aku saat tidur siang View full article »

Pecahan piring kaca itu

Terbelah begitu saja ditanah beku

Sudah tak berguna, tak menguntungkan lagi

Lantas, bagaimana dengan dirinya?

Apakah dya berguna? Apakah dya menguntungkan?

“tolong ambilkan ibu segelas air putih”

“ahh nanti saja, aku lelah bu”

Lalu membaringkan tubuh begitu saja keatas ranjang

“kak, yang ini bagaimana cara mengerjakannya?”

“ahh kau kan sekolah. Masa begitu saja tidak mengerti. Aku ngantuk, kerjakan saja sendiri!”

Acuh dan tak peduli lagi dan lagi

Tak pernah sadar bagaimana rasanya piring beling itu saat terjatuh

Saat masih utuh, zat padat itu selalu membantu pemiliknya

Tanpa berontak, ataupun mengeluh

“dik, tolong taruh ini ke bak cucian kotor”

*hening* View full article »

YOUR LOVE

saat kubuka lubuk hatiku kembali

saat itu kurasakan semuanya lagi

rasa yang selalu membuat ku merasa bahagia

rasa yang membuatku bagaikan manusia sempurna

 

begitu indah aku miliki

bagai seorang romeo menemukan julietnya

akupun kehabisan kata tuk mengungkapkannya

 

terlebih saat hati ini terluka

bagai teriris pisau yang sangat tajam

entah karna apa semuanya?

mungkin karna aku terlau mencintainya

 

harus dengan bagaimana lagi aku ungkapkan

saat perasaan ini merasa bahagia ketika memilikinya

saat luka juga yang tergores dalam hati ini terasa perih

 

ketika kicauan burung menyambut indahnya mentari pagi

saat angin kencang menyejukkan ketika siang hari

saat mentari mulai tenggelam di waktu senja

dan bintang-bintang menyinari dinginnya malam

pelangi yang indah setelah derasnya hujan View full article »

Mata ini kembali terbuka

setelah sekian lama

entah berapa lama aku tlah menutupnya .

 

Sendu, muram, berbayang

terlihat terkejut dan sedikit aneh

Pandangan sekeliling berputar

berputar dan terus berputar

menari-nari bak menyambutnya

 

ooh tidak….. apa ituuu???

satu titik hitam terlihat

sesuatu, yaa sesuatuu

tapi apa? apa itu?

 

kelopak mataku menyempit

sedikit demi sedikit, seakan tak kuat

tak kuat memandangnya

dan seakan ingin menutup kembali mata ini

 

itu apa? apa yang aku lihat?

seakan-akan Monster raksasa!!

padahal apa?? apaa??

hanya satu titik cahaya

cahaya hitam yang gelap

sangat gelap, begitu gelap

 

aku teguhkan bola mata ini untuk tetap memandangnya

memperhatikan semua itu

ooh tidaak!! kurasa aku tak mampu!!

lalu bagaimanaaa????

apa yang harus aku lakukan?

akankah aku harus kembali menutup mata ini?

mata yang sudah sekian lama menjenuh, merindu

mengkhayal akan lukisan-lukisan nan indah View full article »

Yang aku tahu , matahari tercipta hanya untuk paginya

Yang aku tahu , bulan tercipta untuk malamnya

Yang aku tahu , pelangi tercipta untuk hujannya

 

Bintang-bintang bertaburan pada langitnya

Awan putih terhias pada langitnya juga

Tak tampak kilauan cahayanya bintang

Bentuknya tanpa sinar bukan keindahannya

 

Saat malam berkabut pun takkan pudar dengan bulannya

Langit biru pekat sebelum fajar menyinari nya

Satu bentuk kesetiaan antara satu dengan yang lainnya

Kupu-kupu mengepakkan sayapnya saat waktu yg bersamaan

Matahari yang menerangi paginya

Begitupun malam dengan bintangnya

Terkecuali saat hujan yg turun ketika malamnya

Dingin , angin kencang

Malam kelabu terasa kembali dengan keheningannya

Mencari-cari cahayanya

Dimana bintangnya? “mana bintangku?” katanya pada hujan

Malam yang malang , membiarkan angin menyapunya

Kenapa terasa begitu sepi? Begitu pilu….. View full article »

Setiap orang punya kehidupannya masing-masing. Punya impian masing-masing. Punya tujuannya masing-masing. Meski terkadang mereka kehilangan dan kebingungan harus ke arah mana mereka harus terus melangkah untuk mencapai semua tujuan itu. Kadang mereka juga seakan kehilangan banyak cara dan upaya untuk melanjutkan perjalanannya. Atau juga mereka mempunyai berjuta-juta cara dan arah, sehingga mereka merasa kebingungan harus kearah mana mereka melangkah dan harus dengan cara apa mereka bisa terus berjalan. Satu tujuan, berbagai rintangan. Satu keistimewaan yang Tuhan berikan pada kita. Disaat posisi yang tidak menentu itu, saat semua hal menjerumuskan, menghampiri, saat berjuta pilihan menyertai kita, saat berada dalam ketidakpastian, Tuhan berikan kita suara hati. Saat semuanya terasa tak jelas, suara hati kitalah yang akan menunjukkan kita pada semuanya yang pasti itu, pada semua yang kita pandang tidak pasti, namun suara hati kita menuntun pada semua kepastian itu. Ikuti suara hatimu, meski terkadang bertolak belakang dengan keinginan atau pikiranmu, tapi suara hatilah yang memang paling benar adanya. Begitupun cintamu. Tanya hatimu, siapa cinta mu? Cinta yang membuatmu bahagia, cinta yang menemanimu setiap saat, cinta yang tak beralasan, cinta yang apa adanya, cinta sejati yang sampai mati .. . .

“kriiiiiiiing . . . . . . “

Dering hape shasi berbunyi. Tepat pukul 08.15 pagi itu. Tertera dilayar telefonnya nama Debora memanggil .

“hoooooaaaammm, hallo? Ini siapa?”

“yaampun shasi. Kebangetan bgt ya. kamu dimana? Jadi ikut gak sih?”

Ucap debora pagi itu pada shasi dengan sedikit membentak.

“ha? Astaga iya aku lupa kak. Hari ini anak pecinta alam ada acara baksos kan ya?? Adudududuuuh udah dulu yaa kak, aku mau mandi mau siap2. Nanti aku hubungin lagi. Byeeee sayang muaah”

“ee eeehhh tunggu, shi? Shasii???.  Dih ngeselin nih anak!”

Tanpa basa-basi lagi shasi menutup telponnya, tersadar karena dya telat untuk acara baksos bersama anak-anak pecinta alam siang ini .

***

Pagi ini sinar matahari tidak terlalu memancarkan terangnya. Anginpun kerap kali menyapa mengikuti. Shasi yang sudah siap dengan sepatu cats, jeans kesayangannya yg entah sudah berapa lama tidak ia cuci. (Hem terlalu sering dipakai jadi mungkin lupa untuk dicuci. Ckckck.) Dan dengan kaos merahnya bergambar spiderman. Mungkin kelihatannya biasa, tapi dengan rambut panjangnya yang ia biarkan terurai panjang, ia kelihatan lebih manis. Yaa itulah dya. Shahi Danasha. Anak keempat dari enam bersaudara keturunan keluarga cina bermarga Danasa.

**disekolah**

“hey kak deboo . . . .”

Teriak shasi dari kejauhan saat melihat Debora yang sudah melihat dya juga saat di depan gerbang sekolah.

“nih dya ni anak. Yaampun kamu telat setengah jam. Anak kelas satu udah pada ngumpul semua tuh. Nah kamu kakak kelas malah telat. Gimana sih -_-“

“hehehe iyaiyaa maap. Udah dong jgn nyalahin aku terus kak. Semalem gara2 nonton dvd yg kakak kasih ke aku  tuh, ampe larut malem nontonnya. Jadi telat bangun gini deh. Sorry yaakkk hehehe. Oyaa anak2 udah pada ngumpul dimana?”

“alesan mulu kamu mah dek. Yaudah yukk gabung sama yang lain deh tuh udah pada ngumpul di ruang 7.”

Merekapun bergegas menuju ruang tujuh tempat berkumpul anak-anak pecinta alam.

“oke semuanya udah siap untuk acara baksos kita siang ini. Yaa walaupun kita hanya beberapa org, tapi tetap semangat yaa untuk pencarian dana social. Kali ini kita akan menuju ke senayan. Menurut info, kita akan bisa mendapatkan dana yang lebih dari cukup lah. Yaa semoga saja”

Kak nita sebagai ketua pencinta alam, membuka rapatnya  dan menjelaskan bagaimana mereka akan bakti social.

Mereka semuapun berangkat menuju tempat yang sudah mereka rencanakan pagi itu.

Meski pagi tadi terlihat cerah dengan kicauan suara burung-burung beterbangan, angin menyapu setiap daun-daun yang berguguran. Siangpun tak berteman, sangat berbeda dengan pagi itu yang kelihatan mendung. Namun siang ini sang Raja Langit terlihat sangat terang benderang. Panasnya begitu mencolok merasuki kulit.

Karena kendaraan khusus tidak disediakan dari pihak sekolah, mereka pun memutuskan untuk berangkat menggunakan bus trans Jakarta.

“dih rame banget. Desek-desekkan nih pasti naiknya. Mana perut laper lagi nih. Haduuuuhh L”

Shasi yang memang tidak pernah bisa untuk diam sebentar saja, kerap kali ngedumel melihat antrian bus yang penuh.

“yailaah kak namanya juga Jakarta. Bukan Jakarta namanya kalo gak rame. Nih minum kak J”

Rivan anak kelas satu yang baru bergabung di kelompok pecinta alam itu pun membalas ocehan shasi, dan hendak menawarkan sebotol air segar saat melihat shasi yang kelihatan sedikit dehidrasi.

“hem iya sih dek. Emm makasih yaa buat minumannya. Segeeeeerrr :)”

“iyaa kakaknyaa. Sama sama :)”

Merekapun saling tersenyum dan memandang satu sama lain. Pandangan pertama, dengan tatapan mata yang berbeda, mungkin ada sedikit perasaan yang terlintas.

“heh lo berdua. Ayuuuk naik. Yeee malah bengong berduaan. Jangan2 jangan2 nih. Wahwahahhh”

Ledek kak nita yang melihat mereka berdekatan mengobrol sejak tadi tanpa menyadari bahwa bus telah datang.

“ehh hemm iya2. Apaan sih kak nitaa. Bisa aja nih ngeledeknya. Wooo”

Balas shasi membantah ledekan kak nita saat itu.

“hahaha tau nih kak nita. Jangan2 apa hayooo? Org gaada apa2 sih weee :P”

Rivan pun ikut berbicara, membela diri.

“ahh sepikk, kalian saling suka yaa? Hahahaha”

“eh eh ada apaan nih? Ayoo bukannya pada naik ke bus”

Kak Debora yang saat itu sedang mendata siapa yg belum menaiki bus, ikut berbicara menghampiri shasi, rivan dan kak yunita.

“ini nih deb. Ada yang cinlok. Ejiiiieee”

“woooo manee look??? Ada2 ajanih gosip2. :p”

“yee ngelaak aje lo van. Suka bilang aja kali”

“ohh jadi shasi sama rivan jadian yaa. Ejiiaaaaaa PJnya mana nih?”

Kak Debora ikut-ikutan angkat bicara.

“ih manee ran. Siapa juga yg pacaran yeee.”

“ih tau nih makin ngaco dah. Kita kan gk pacaran ya van :)”

“pacaran juga gpp kali dek :p”

“dihdiiihhh nih lagi kak Debora ikut-ikutan -_-. Udah ah ayukkk naik ke buss”

Setelah sempat beberapa kali meledeki shasi dan rivan, merekapun menaiki bus.

Siang itu, langit seakan berbicara melalui pancaran sinar matahari yang mengengat. Tetapi tidak mematahkan sedikitpun semangat anak2 pecinta alam untuk bakti social.

Akhirnya merekapun sampai ke tempat tujuan mereka. Yang mereka harapkan, mereka bisa mendapatkan dana yang cukup untuk baksi social kali ini. Tapi semuanya ternyata tidak berjalan lancar begitu saja. Sudah kira-kira dua jam, semua yang mereka lakukan pun tak kunjung membuahkan hasil. Kardus yang mereka bawa untuk menyimpan uang baksos pun masih kosong tak terisi, padahal hari sudah menjelang sore.

“yaaaahh gimana dong nih. Kita belum dapet dana juga sepeserpun”

Kak nita akhirnya berbicara memecah keheningan yang menyelimuti anak2 pecinta alam karena merekapun kelelahan setelah berjemur dibawah sinar tanpa menghasilkan apapun.

“aduuuhh kak aku udah capek banget nih. Gimana kita lanjutin minggu depan aja pencarian dananya?”

Naomi anak kelas satu mengeluh memberi usul untuk menyudahi saja pencarian dana hari ini.

“yaudah kita jalan aja dulu yuukk sampe keujung. Kalo ga dapet dana juga, kita pulang aja”

Kak Debora yang juga sudah kelihatan lemah, tetapi berusaha untuk membangkitkan kembali semangat teman2nya yang lain.

Merekapun berjalan dan terus berjalan menelusuri setiap jalanan yang terbentang lurus di hadapan mereka. Berjalan dengan langkah kaki yang kelelahan. Keringat mengucur hingga membasahi tubuh masing-masing.

“oo oohhh I will fly into your arms. and be with you, till the end of time. Why are you so far away. To get it`s very hard for me. To get my self close to you uuu …”

Terdengar alunan lagu dari mulut shasi. Yaaa, itulah shasi, hobby nyanyi sendiri untuk menghilangkan jenuh yang ia rasakan, meski sudah kelihatan sangat lelah, tetapi music bisa membangkitkan semangatnya.

“you  know all the things I’ve said, u know ll the things that we have done,  “

Rivan menghampiri shasi yang sedang berjalan di depannya dan ikut menyanyikan lagu ciptaan ten2 five yang berjudul I will fly itu bersama shasi. Dengan tersenyum  menatap shasi dari samping. Shasi pun membalas senyuman itu dengan manis.

“I wanna get I wanna get, I wanna get my self close to you…”

Kak nita yang mendengarnya dari depan, juga ikut menyanyikan lirik lagu itu hingga akhir.

“ciiyeeee. Nah gini dong semangat lagi. Anak pecinta alam gaboleh lemes. Liat dong tuh rivan sama shasi saking semangatnya sampe nyanyi-nyanyi berdua. Padahal lagi panas2 gini. Tapi tetep semangat”

Kak Debora datang merangkul nita dan shasi, mengucapkan kata2 untuk membangkitkan semangat semuanya. Meskipun ada juga sedikit diantara mereka yang sudah kelihatan sangat lelah.

Tetapi lama kelamaan, canda pun menghiasi perjalanan mereka yang sangat melelahkan saat itu. Mulai dari setiap lantunan lagu yang mereka nyanyikan bersama-sama, sampai candaan yang kerap kali di cetuskan rivan yang membuat shasi dan yang lainnya tersenyum riang.

Meskipun baksos kali ini tak membuahkan hasil yang memuaskan, tapi mereka semuapun merasakan gembira. Karena kebersamaan mereka, lelah pun tak terasakan lagi.

Rasa senang pun juga tampak terlihat jelas dalam diri shasi. Merasa menemukan sesuatu yang bebeda pada acara hari ini. Meskipun awal berangkat dya telat, sampai bertemu rivan yang sempat menatap dya dengan pandangan yang berbeda dan celotehan candaannya yang selalu membuat shasi tersenyum.

**malamnya dikamar shasi**

Malampun kembali tiba dengan langitnya yang tampak cerah. Bintang-bintang di awan tak luput untuk menyinari. Memberi hiasan dari setiap titik terangnya. Angin malam yang bertiup merdu kala itu. Membuat shasi yang sedang melamun dikamarnya merasakan ketenangan.

Seperti  biasa, untuk mengisi waktu luangnya, shasi biasa bermain di dunia maya twitter dan fb. Chatting dengan teman2nya.

“hem cari fbnya rivan ah. Dya anaknya asiik juga buat diajak bertemen. Lucu, baik, perhatian sm cewek J. Eh eh ehh walaaaahh. Kok gue jadi mikirin dya gini yaaa?? Masa sih gue suka sama rivan? Ah ngga ngga ngga mungkin. Hellloo shasiii. Dya tuh masih kelas satu. Masa suka sama brondong sih??? Hemm tapi dya lucu anaknya, apalagi kalo lagi ketawa. Matanya merem gitu, terlalu sipit tuh mata. Makanya kalo ketawa merem. Ahahahaha”

Ucap shasi dalam hatinya pada dirinya sendiri saat mengingat tentang rivan. Adik kelas yang baru dikenalnya saat itu. Sambil sibuk mencari laptop putih bermotif mickey mouse kesayangannya.

Email : harpot_uekigirl@yahoo.com

Password : ***************

Log In . à kliik.

“wiih kak Debora lagi on nih. Chat ga yaa? Ah ntar dulu deh mau search fbnya rivan ah :)”

Rivan hendra –> Search –> kliiik.

“nah nih dya anaknya. Yes ketemu. Add Ass Friend :)”

Shasi membuka laptopnya dan langsung browsing. Bermain di dunia maya, tak lupa juga niatnya mencari fb rivan. Rasa senang terlihat menghiasi wajahnya. Kemerah-merahan pipinya saat melihat akun fb rivan. Hatinya terasa berbunga-bunga. Seperti orang yang sedang jatuh cinta. Apalagi setelah beberapa menit rivan menerima permintaan pertemanan di fbnya. Rivan mengirim pesan di dinding shasi. Beberapa kali mereka saling bersapa melalui pesan dinding. Dan tak disangka, ternyata rivan  mengirim message pada shasi.

“hey kak shasi. Minta nomor hapenya dong? Boleh gak? :)”

“ heh buat apa? Hayoooo mau ngerjain aku yaa?”

“hihihihi ngga koq. Buat smsan aja hehe”

“ohehehe yaudah nih 083871191***”

“makasih kakak. Nanti aku sms yaa 🙂 byee”

“Yeeeeaaaaahh. Rivan minta nomor hape gue?? Yesyesyess berarti dya ada respon sama gua juga. Yesyesyesyes J hihihihi “. Desahnya dalam hati.

Hari itu terasa sempurna bagi shasi, terlebih mengingat apa yang sudah terjadi antara dya dengan rivan siang itu. Shasi merasa tidak menyesal ikut kelompok pecinta alam, karena berawal dari situ semuanya terjalin.

Makin lama, shasi semakin dekat dengan rivan. Smsan, tlponan. Mungkin ada perasaan di antara mereka satu sama lain .

**di sekolah**

Aktivitas seperti biasa dilakukan shasi. Bangun pagi, bersiap untuk berangkat ke sekolah. Berjalan kaki hingga ujung jalan rumahnya, menunggu bus yang mengantarnya ke sekolah. Sambil mendengarkan music dari ipod kesayangannya.

“you`re perfect. I know it. You`re perfect girl. I will do anything to be with you, there’s a nothing in the world to make me give up girl”

Dinyanyikannya lirik lagu cody simpson-perfect yang sedang di putarnya saat di perjalanan menuju sekolah. Lagu yang seakan melukiskan hatinya yang sedang berbunga-bunga. Perasaan aneh yang dirasakannya tiap kali mengingat rivan. Tiiiuuut tiiiuuuutt. Tiba-tiba dering hape shasi berbunyi, bertanda ada pesan masuk.

“morniiing shasi. Nanti pulang sekolah bareng yaa. Aku tunggu didepan gerbang pas bel pulang.

See you :)”  RIVAN.

Aw aw , sedikit tak terduga. Ternyata rivan yang mengirim pesan padanya. Mengajaknya untuk pulang bareng setelah bel pulang sekolah nanti.

“morning too rivan. Okee. Nanti di depan gerbang yaa. See you :)”

Shasi pun membalas message itu. Dengan rasa gembira yang menyelimuti, menambahkan keceriaan dalam hatinya yang sedang di landa asmara itu.

Shasi pun sampai di sekolah. Mengikuti pelajaran seperti biasanya.

Jam pelajaran 1-4 pagi itu sangat membuat shasi bosan. Karena bertemu guru produktif yang tidak ia sukai. Ia pun berharap bell pulang cepat berbunyi, agar dya bisa secepatnya bertemu rivan. Ckckck itulah cirri orang yang sedang jatuh cinta . View full article »